Tst - Sunscreen Tanpa Whitecast untuk Kulit Sawo Matang, Ini Cara Memilihnya
Alasan nomor satu orang Indonesia malas pakai sunscreen bukan karena malas. Tapi karena wajah jadi terlihat abu abu dan pucat setelah dipakai. Efek ini namanya whitecast, dan buat pemilik kulit sawo matang efeknya jauh lebih kelihatan.
Kabar baiknya, whitecast itu bisa dihindari kalau kamu tahu penyebabnya.
Kenapa Whitecast Terjadi
Sunscreen terbagi jadi dua jenis besar berdasarkan cara kerjanya.
Physical sunscreen memakai Zinc Oxide atau Titanium Dioxide. Cara kerjanya memantulkan sinar UV dari permukaan kulit. Karena partikelnya berwarna putih dan duduk di atas kulit, jenis inilah yang paling sering meninggalkan whitecast.
Chemical sunscreen menyerap sinar UV lalu mengubahnya jadi panas yang dilepas kulit. Teksturnya lebih ringan, cepat menyerap, dan hampir tidak meninggalkan sisa putih.
Jadi kalau kulitmu sawo matang dan kamu benci whitecast, chemical sunscreen atau formula hybrid biasanya pilihan yang lebih aman.
Cara Cek Sebelum Beli
Tidak semua produk mencantumkan jenisnya dengan jelas. Ini tiga cara cepat mengeceknya.
Baca daftar bahan. Kalau Zinc Oxide atau Titanium Dioxide ada di urutan atas, kemungkinan whitecastnya besar.
Perhatikan teksturnya. Sunscreen yang kental dan sangat putih seperti cat cenderung meninggalkan sisa. Yang teksturnya cair, gel, atau serum biasanya lebih aman.
Tes di garis rahang, bukan di tangan. Kulit tangan warnanya sering berbeda dari wajah. Oles tipis di garis rahang, tunggu lima menit, lalu lihat di cahaya matahari langsung.
Kesalahan Pemakaian yang Bikin Whitecast Makin Parah
Kadang masalahnya bukan produknya, tapi caranya.
Terlalu banyak sekaligus. Pakai secara bertahap dalam dua sampai tiga lapis tipis, bukan langsung tebal.
Langsung ditumpuk di atas moisturizer yang belum meresap. Tunggu moisturizer benar benar kering dulu, sekitar satu menit.
Digosok, bukan ditepuk. Menggosok justru membuat formula menggumpal dan warnanya jadi tidak rata.
Berapa Banyak yang Sebenarnya Dibutuhkan
Standar yang sering dipakai adalah dua ruas jari telunjuk dan jari tengah untuk seluruh wajah dan leher. Jumlah ini terasa banyak, tapi kalau kamu pakai kurang dari itu, perlindungan yang kamu dapat jauh lebih rendah dari angka SPF di kemasan.
Ulangi setiap dua sampai tiga jam kalau kamu banyak di luar ruangan. Kalau seharian di dalam ruangan tapi dekat jendela, satu kali ulang di siang hari sudah cukup.
Sunscreen Tetap Wajib Meski di Rumah
Sinar UVA menembus kaca jendela dan tidak terhalang awan. Ini jenis sinar yang memicu penuaan dini dan flek hitam. Jadi kalau kamu kerja dari rumah dan meja kerjamu dekat jendela, sunscreen tetap perlu.
Pastikan produk yang kamu pilih sudah terdaftar BPOM dan bersertifikat halal, terutama karena sunscreen adalah produk yang kamu pakai setiap hari seumur hidup.
Cek koleksi sunscreen FAV Beauty yang diformulasikan untuk kulit Indonesia, ringan dan tanpa whitecast.